Terlambat Memulai Proyek CRT dan Masalah Ban, Alasan Aspar Tak Ikut Tes di Sepang

Tim Aspar mengakui keterlambatan dalam pengerjaan pada motor baru Aprilia yang akan berkompetisi di bawah regulasi CRT menyebabkan tim tersebut tidak dapat mengikuti tes resmi pra musim yang akan diselenggarakan di Sepang mulai 31 Januari mendatang.

Sejumlah tim dan sebagian CRT tengah bersiap untuk berangkat ke Malaysia untuk mengikuti winter test pertama, sementara CRT yang lainnya memilih untuk melakukan uji coba di Spanyol.

Tim Aspar merupakan salah satu CRT yang memilih untuk bertahan di Spanyol dan akan melakukan tes pra musim perdana di Valencia pada 30-31 Januari ini. Mereka akan menurunkan kedua pembalapnya, yakni Randy de Puniet dan Aleix Espargaro.

Gino Borsoi menjelaskan, ”Sayangnya kami memulainya dengan terlambat. Motornya sudah selesai dan baru kemarin (26/1) diuji, dan hari ini (Jumat) motor tersebut akan meninggalkan Spanyol. Mustahil untuk melakukan tes di Sepang, karena perlengkapannya perlu dikapalkan sebelum 15 Januari. Sekarang kami hanya memiliki dua motor. Satu motor yang mirip dengan motor Superbike, yang telah dites oleh De Puniet di Jerez, dan yang versi barunya dilengkapi dengan chassis prototype yang dirancang oleh Aprilia.”

Seperti yang diungkapkan oleh Gigi Dall’Igna, ban Bridgestone telah menyebabkan beberapa problem yang dirasakan oleh Randy de Puniet saat melakukan uji coba privat di Jerez November silam. ”CRT yang telah diuji De Puniet di Jerez menunjukkan adanya permasalahan pada ban. Di Valencia kami akan melakukan suatu perbandingan antara dua motor, mencoba untuk memahami apakah chassis yang baru dapat bekerja dengan baik. Jika responnya positif maka produksi chassis baru untuk motor yang lainnya akan dimulai pada 31 Januari. Dalam hal apapun, kami tidak mempunyai cukup perlengkapan suku cadang untuk tes kedua di Sepang. Kami telah merencanankan untuk menghadiri salah satu tes tersebut, namun dengan permasalahan yang kami hadapi, masuk akal kalau kami tetap tinggal di Eropa daripada menyia-nyiakan tiga hari tes.”

Terlambatnya pengambilan keputusan untuk bercerai dengan Ducati juga telah menyebabkan keterlambatan untuk memulai proyek Claiming Rule Team, ”Kami berkeinginan untuk melanjutkan pekerjaan kami dengan Ducati. Kami telah mengusulkan sebuah rencana untuk menyewa sebuah motor, namun kami tak dapat meraih sebuah kesepakatan. Setelah Motegi (2011) kami perlu secepatnya untuk mencari solusi agar bisa tetap bersaing di kelas premier, amun Team Aspar tetap mempunyai hubungan baik dengan Ducati. Kami sedih mengtahui proyek kami berakhir, karena kami mempunyai beberapa rencana jagka panjang., namun situasi ekonomi saat ini mencegah kami untuk mencapai sebuah kesepakatan.”